Tampilkan postingan dengan label Cerita Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Kopi. Tampilkan semua postingan

Fakta Kopi

Fakta Kopi
RUMAHKOPI MATITI, TORAJA - SIAPA yang tidak mengenal kopi, minuman yang pertama kali ditanam oleh orang Ethiopia di dataran tinggi ini memang mendunia. Bukan karena cita rasa yang khas, namun juga manfaat atau justru masalah kesehatan akibat mengonsumsi berlebihan.


Berikut adalah fakta mengenai kopi oleh Rob van Dam, PhD, asisten profesor gizi di Harvard School of Public Health:

  • Kandungan kafein memang dapat meningkatkan aliran darah. Jadi, jika Anda memiliki keluhan hipertensi, ada baiknya untuk kurangi konsumsi kopi.
  • Kafein juga dapat mengurangi rasa kantuk. Jika Anda memiliki kesulitan tidur, apalagi insomnia, menjauhi jenis minuman yang satu ini.
  • Dalam Jurnal Archives of Internal Medicine, ditemukan bahwa mengonsumsi secangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko terkena diabetes hingga 25 persen, karena kandungan antioksidan yang disebut asam chlorogenic.
  • Hal lainnya, kopi juga mampu memangkas risiko penyakit Parkinson, Alzheimer, bahkan kanker hati.
  • Kopi juga bisa meningkatkan risiko stres, tegang, cemas, dan gelisah, akibat konsumsi yang berlebihan.

Banyak manfaat yang ditemukan dari mengkonsumsi kopi. Namun tidak sedikit pula kerugian akibat mengonsumsi yang berlebihan. Peneliti menyarankan, ada baiknya Anda mengonsumsi kopi secara bijak. Anda cukup meminumnya satu atau dua cangkir kecil perhari. Perhatikan pula tambahan lainnya seperti gula, krim, atau pemanis lainnya yang justru mengundang dampak negatif.

Kopi Tubruk

Kopi Tubruk
RUMAHKOPI MATITI, MEDAN - Kopi apa yang suka anda minum setiap hari? Apakah itu cappuccino, espresso atau malah Kopi Tubruk? Anda boleh minum kopi apa saja yang anda suka. Pasalnya, setiap orang punya selera tersendiri. Namun, ada baiknya sekali waktu anda mencoba variasi kopi yang lain, siapa tahu bisa memberikan semangat dan inspirasi baru dalam hidup anda.


Kopi ini memiliki kesamaan dengan kopi dari Turki dan Yunani dalam hal kepekatannya. Kopi tubruk cukup populer di Pulau Jawa dan Bali. Resep dari kopi tubruk ini dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah ke Indonesia. Di Timur Tengah, kopi tubruk ini dikenal sebagai “kopi lumpur. Kopi tubruk merupakan cara termudah dalam menghidangkan kopi. Variasi lain dari kopi tubruk adalah kopi susu yang dibuat dengan menambahkan susu kental manis. Salah satu variasi yang kurang terkenal dari kopi ini adalah yang dicampur dengan jus alpukat. Kopi tubruk ini umumnya diminum bersama dengan pisang goreng atau singkong.

Kebanyakan orang Indonesia lebih suka penyajian kopi ala kopi tubruk. Cukup dengan memasukan beberapa sendok kopi hitam dan sejumput gula ke dalam cangkir lantas menyeduhnya dengan air panas dan aduk sampai rata. Tunggu sebentar sampai ampasnya mengendap dan kopi pun siap diminum. Sederhana sekali bukan?

Kopi yang digunakan untuk membuat kopi tubruk adalah jenis biji kopi yang digiling sampai halus sekali. Dalam dunia pengopian, inilah yang disebut Turkish. Bubuk kopi jenis inilah yang paling sesuai jika dibuat kopi tubruk. Lantaran sangat halus, bubuk kopinya langsung larut merata begitu diseduh dengan air panas dan ampasnya akan mengendap di dasar gelas. Namun bila air seduhnya kurang panas, bubuk kopi akan mengambang di bagian atas cangkir.

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Beda Arabika Vs Robusta
RUMAHKOPI MATITI, JAKARTA - ANDA yang menyukai kopi sudah tahukah perbedaan antara kopi arabika dan robusta? Kalau belum, sebaiknya baca artikel ini.
Kopi arabika memiliki banyak varietas, bergantung dari negara, iklim, dan tanah tempat kopi itu ditanam. Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi lokal semacam Toraja, Mandailing, maupun kopi luar negeri, seperti Kolumbia dan Brasilia, merupakan beberapa varian kopi arabika. Kopi ini memiliki aroma yang wangi, mirip percampuran bunga dan buah. Hidupnya di daerah yang sejuk dan dingin. Arabika juga mempunyai rasa asam yang tidak dimiliki kopi jenis robusta dan rasa kental saat disesap di mulut.
Namun, dibandingkan robusta, arabika rasanya lebih ringan. Sementara,kopi robusta agak kalah pamor ketimbang arabika. Kopi ini hanya menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina.
Robusta memiliki rasa mirip cokelat dengan aroma yang khas. Robusta juga mempunyai tekstur yang lebih kasar dengan warna bervariasi sesuai dengan pengolahan. Sama seperti arabika, kondisi tanah, iklim, dan proses pengemasan kopi ini akan berbeda untuk setiap negara dan menghasilkan rasa yang juga berbeda.
Adapun yang kepopulerannya mendunia adalah Kopi Luwak. Seperti diketahui, kopi ini berasal dari biji kopi arabika atau robusta yang dimakan luwak. Luwak akan menelan buah kopi (berwarna merah) dan memprosesnya dengan enzim yang ada di perutnya. Biji dari buah kopi itu lalu terbuang bersama kotorannya. Biji yang dinamakan kopi luwak inilah yang kita konsumsi.
Secangkir kopi luwak, harganya cukup mahal, mulai dari 75.000. Kopi ini menjadi lebih istimewa karena luwak mencari buah kopi yang 90 persen matang. Binatang ini mengandalkan indra penciumannya yang tajam untuk berburu kopi matang. Dalam satu pohon kopi, hanya 1-2 butir buah yang dimakan.
Dengan begitu, kopi yang diambil luwak adalah kopi dengan nilai kematangan tertinggi dan tentunya amat berpengaruh pada rasa kopi ketika diseduh. Dan, yang terakhir kopi ekselsa, racemosa, dan liberica (kopi Afrika). Kopi ini berada di antara arabika dan robusta.

Kopi Organik, Kopi Bebas Pestisida

Kopi Organik
RUMAHKOPI MATITI, LAMPUNG - Bila sekali waktu anda berjalan-jalan di gerai produk makanan yang ada di pusat perbelanjaan, barangkali anda akan menemukan kemasan kopi bubuk atau biji kopi panggang yang berlabelkan “KOPI ORGANIK” atau “ORGANIC COFFEE“. Nyaris tak ada bedanya antara kemasan bubuk kopi organik ini dengan yang biasa kita jumpai, kecuali harganya yang sedikit lebih mahal. Kenapa lebih mahal? Tentu saja lantaran kopi organik menawarkan kualitas kopi yang lebih baik bagi kesehatan kita ketimbang kopi nonorganik.


Padahal, buah kopi organik sebelum dipetik tampangnya sedikit jelek atau sedikit kusut ketimbang buah kopi nonorganik. Rasa kopinya punya boleh dibilang kurang nendang untuk peminum kopi sejati. Namun, biarpun tampangnya jelek, produk buruk rupa bernama kopi organik ini bermutu emas karena ditumbuhkan secara almi tanpa menggunakan pestisida dan pupuk buatan.

Beberapa perkebunan yang khusus menanam kopi organik memang sangat memperhatikan kualitas kopi yang mereka tanam. Mereka memupuk pepohonannya dengan pupuk alami seperti kotoran ternak hingga dedaunan dari pohon yang tumbuh menjulang melindungi tanaman kopi. Tak cuma itu saja, kulit kopi yang dikupas oleh mesin khusus pun langsung dialirkan melalui pipa ke tempat tertentu, untuk dioleh menjadi pupuk alami. Jidi tak ada yang terbuang sia-sia.

Untuk membunuh hama pengganggu, para petani kopi organik tidak mempergunakan pestisida, melainkan dengan menanam tanaman yang sangat ditakuti hama kopi. Tanaman yang dikenal di tanah Jawa bernama orok-orok atau Ketrosia candida misalnya, adalah sumber pupuk alami sekaligus perangkap hama yang mengganggu tanaman kopi. Lantas untuk menghadapi serangan hama kutu dompol misalnya, mereka hanya menggunakan selang air untuk mengusirnya.

Asal Usul Kata Barista

Barista, Koki Kopi
RUMAHKOPI MATITI, YOGYAKARTA - Kata ‘Barista’ berasal dari bahasa Italia, dan di Italia seorang barista ditujukan untuk pria atau wanita yang bekerja sebagai bartender, yang pada umumnya bekerja dibelakang gerai, menyiapkan baik minuman panas (seperti espresso), dan minuman dingin, beralkohol atau tanpa alkohol. Bukan hanya khusus sebagai pembuat kopi.


Dalam Sejarah Barista, penamaan barista berasal dari bahasa Italia, yang artinya atau koki kopi sedangkan barista dalam bentuk jamak pada bahasa Italia disebut baristi (untuk jenis kelamin laki-laki atau campuran) atau bariste (untuk kaum perempuan).

Istilah baristo adakalanya ditemukan di dalam bahasa Inggris yang mengacu khususnya untuk bartender laki-laki. Tetapi ini merupakan kejadian yang jarang karena pada dasarnya istilah barista biasa digunakan untuk laki-laki maupun perempuan.

Seorang barista ahli yang bekerja dengan mesin yang lebih sederhana, jauh lebih dihargai dibanding seorang barista yang kurang terlatih yang menggunakan mesin-mesin terbaik. Jika personil barista tidak terlatih dengan baik dan tidak tahu bagaimana cara menggunakan peralatan itu sampai ke potensi maksimumnya, hal ini bisa menjadi “cacat” dalam bisnis kedai kopi.

Mesin-mesin espresso, alat penggiling, mug, dan bahkan espresso itu sendiri semuanya merupakan hal-hal yang biasa digunakan barista untuk melayani para pelanggannya. Barista adalah inti dari bisnis kedai kopi. Mereka mengolah produk yang akan disajikan kepada para pelanggan dan memenuhi harapan pelanggan akan sebuah hari yang manis. Barista adalah representasi bisnis kedai kopi itu sendiri. Pelanggan akan selalu meninggalkan kedai kopi/espresso dengan dua citra yang paling menyentuh, kopi dan pelayanan. Tanpa hadirnya barista, mereka tidak akan mendapatkan keduanya.

“Haruslah berupa kemilau yang berkilapan di permukaannya,” begitulah seorang barista profesional menggambarkan susu pada secangkir latte yang sempurna. “Dan panasnya mesti pas – sehingga kulit tidak terasa seperti menggantung di langit-langit mulut.” Ia dapat juga menjelaskan secara detil mulai dari proses penggilingan, mengapa biji-biji diperam dua sampai tiga hari sebelum roasting, mengapa kopi yang terbaik diseduh 40 menit setelah digiling dan mengapa espresso perlu dibuat dalam waktu singkat, 30 detik.

Kopi memang menyihir milyaran orang. Dan baristalah yang menyiapkan dan menyajikan kopi secara profesional. Di Italia, barista berarti “pelayan bar” tetapi sebutan itu juga mengacu pada pembuat kopi secara spesial. Pemilik-pemilik cafe yang cerdas akan menyadari bahwa jika pelanggan-pelanggan mengetahui adanya seorang maestro di belakang mesin pembuat kopi, mereka akan terus berdatangan.

Setiap barista top selalu terpesona akan kopi – dan bahkan sedikit tergila-gila padanya. Untuk menjadi maestro, anda perlu memiliki sedikit “penyakit” obsesif kompulsif. Anda perlu berlatih ratusan kali setiap hari untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, anda perlu untuk memiliki jenis kepribadian yang tidak pernah puas. Ini merupakan suatu hal yang membutuhkan orang-orang yang selalu menginginkan hasil yang perfeksionis.

Dewasa ini orang-orang menghormati seorang barista yang bekerja dengan baik, sebagaimana halnya orang-orang memandang seseorang yang expert mengenai wine.

Apasih Kopi Luwak itu?

Kopi Luwak Matiti

RUMAHKOPI MATITI, MEDAN - Salah satu jenis kopi yang tidak biasa dan sangat mahal harganya adalah kopi dari Indonesia yang dinamakan Kopi Luak atau lebih sering disebut dengan Kopi Luwak (bahasa Inggrisnya : Civet Coffee). Biji Kopi Luwak ini diambil dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak, atau dalam kalimat lain diambil dari kotoran luwak, yang proses pencernaannya konon bisa memberikan tambahan citra rasa tersendiri.


Luwak, atau lengkapnya musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus), senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Setelah dimakan, biji kopi yang keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, hingga kini selalu diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Rasa kopi luwak ini juga memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.

Kemasyhuran kopi ini telah terkenal sampai luar negeri. Dilihat dari harganya, boleh dibilang Kopi Luwak adalah jenis kopi termahal di dunia. Di pasaran dunia, harganya berkisar $150 per 500 gram dan bisa lebih. Untuk pasar Jepang dan Amerika Serikat dijual berdasarkan berat, sedangkan di kedai-kedai kopi Asia Tenggara dijual per cangkir.

Untuk pasar dalam negeri saja, biji dari kotoran luwak yang sudah dikeringkan dan tidak berbau harganya sekitar Rp 100.000 per 100 gram. Sementara kopi luwak bubuk yang siap diseduh harganya berkisar Rp 140.000 per 100 gram. Di kedai-kedai kopi di Australia misalnya secangkir kopi luwak dijual dengan harga $33. Harganya yang sangat mahal itu lantaran jumlahnya yang sangat terbatas.

Kopi luwak juga sangat disukai di Eropa, seperti Jerman, karena mempunya kekhasan cita rasa dibandingkan dengan kopi-kopi lainnya. Jerman sendiri merupakan pasar terbesar di seluruh Eropa dan pasar Jerman merupakan pasar yang sangat penting bagi kopi Indonesia

Dulu biji kopi luwak bisa ditemukan di Pulau Jawa, Sulawesi, Bali dan Sumatera. Namun, saat ini biji kopi luwak ini hanya dihasilkan di Pulau Sumatera seperti di Propinsi Lampung. Terlebih lagi, keberadaan binatang luwak itu sendiri saat ini semakin lama semakin sulit ditemukan. Ada banyak faktor, mulai dari berkurangnya lahan perkebunan kopi hingga semakin berkurangnya satwa luwak di alam liar dan karena perburuan manusia. Bila kondisi semacam itu dibiarkan saja, sangat mungkin kenikmatan kopi yang berasal dari memungut biji-biji kopi dari kotoran luwak itu hanya tinggal mitos belaka.

Perlu dicatat pula bahwasanya nama “Kopi Luwak” sekarang ini telah menjadi merek dagang kopi bubuk kemasan dari sebuah perusahaan kopi. Kopi bubuk kemasan yang satu ini tentu saja berbeda dengan kopi luwak yang dimaksud diatas, dan bila dihilat dari harganya yang relatif murah bisa dipastikan bahwa bubuk kopi yang dijualnya benar-benar bukan berasal dari luwak atau tepatnya “kotoran” luwak.

Editor : Jimmy

Kopi adalah Sarapan Pagiku

Sarapan Kopi



RUMAH KOPI MATITI, MEDAN - Jika kebanyakan orang sarapan pagi dengan sepiring nasi plus dengan ikannya, atau sepotong roti gurih dan lezat, maka tidak begitu dengan saya. Perut saya bisa mules kalau sarapan dengan makanan-makanan seperti itu. Anda mungkin tidak percaya, tapi memang begitulah kenyataannya. Sejak kecil sebelum saya masuk bangku sekolah, meniru kebiasaan unik bapak saya. Beliau yang seorang petani tidak pernah saya temukan sarapan pagi dengan nasi ketika akan memulai aktivitas pertataniannya. Hanya secangkir kopi dan mungkin rebusan ketela pohon, itupun kalau ada, sebagai menu sarapannya. Heran saya beliau kuat tidak makan sampai kira-kira menjelang dhuhur.



Seperti halnya bapak, saya juga begitu. Sejak masuk sekolah kelas 1 MI (setara dengan SD) secangkir kopi adalah ‘sahabat’ setia saya di waktu pagi. Meminumnya adalah energy pengganti sarapan nasi di pagi hari. Kebiasaan unik saya yang tidak pernah sarapan pagi kecuali dengan minum secangkir kopi yang saya warisi dari bapak itu ternyata membawa manfaat yang luar biasa besar bagi kehidupan saya saat ini. Apa itu?

Hidup merantau untuk mencari ilmu dengan kuliah dan berada di pesantren di kota besar seperti Surabaya yang jauh dari orangtua, membuat saya tidak boleh bermanja-manja menjalani kehidupan. Ketika berangkat kuliah di pagi hari, saya tidak pernah bisa ikut sarapan pagi teman-teman di pesantren yang memang masak sendiri dan Anda tentu tahu jam 9 sampai jam 10 pagi biasanya masakan mereka baru kelar. Tapi berkat kebiasaan saya sarapan dengan secangkir kopi itu, akhirnya meski tidak makan sampai siang pun perut saya masih bisa diajak kompromi.

Bagi saya secangkir kopi adalah sesuatu yang sangat istimewa. Selain sebagai sarapan pagi, bagi saya secangkir kopi adalah penggungah inspirasi yang sangat luar biasa. Beberapa penelitian mengungkapkan akan manfaat yang sangat besar bagi peminumnya. Misalnya Kopi dapat mencegah timbulnya penyakit jantung atau stroke, bermanfaat mencegah penyakit kanker dan diabetes. 

Dari hasil riset yang dilakukan oleh peneliti diseluruh dunia didapatkan hasil bahwa penyakit kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar dapat dicegah dengan cara mengonsumsi kopi. Studi penelitian lain telah menemukan bahwa kopi dapat mengurangi tingkat gula darah pada pasien diabetes. 

Karena kandungan yang terdapat dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, selain itu manfaat kopi juga dapat mengurangi risiko penyakit serius seperti batu empedu, penyakit Parkinson, penyakit jantung, sirosis hati dan sebagainya. Kopi dapat juga mencegah resiko kanker mulut dan melindungi gigi.

Kopi sebagai pembangkit stamina dan energi ekstra. Mekanisme kerja zat kafein dalam tubuh bersaing dengan fungsi adenosin dalam tubuh kita. Adenosin sendiri merupakan senyawa yang terdapat dalam sel otak berfungsi membuat orang cepat tertidur. Kandungan kafein dapat memperlambat gerak sel-sel tubuh sehingga tubuh tidak mudah lelah dan mengantuk dan muncul perasaan segar, mata terbuka lebar, detak jantung lebih kencang, naiknya tekanan darah. Kopi dapat mengurangi rasa sakit kepala, kopi juga bisa mengatasi perubahan suasana hati dan depresi.

Kadang dalam pandangan orang, mungkin apa yang dilakukan oleh bapak saya, dengan keterbatasan ekonomi yang dimilikinya, begitu pula saya dengan hanya sarapan secangkir kopi itu tidak cukup bahkan tidak sehat, ternyata Tuhan masih punya rahasia lain. Terbukti khasiat kopi begitu luar biasa untuk diminum, apalagi bagi saya yang jarang sarapan pagi, secangkir kopi adalah pengganti yang paling pas dan cocok di hati. Salam kopi.

Selera dan Cita Rasa Kopi, itu Terserah Anda!


RUMAH KOPI MATITI, MEDAN - Kalau sudah ngomongin soal selera, terkadang itu sama saja ngomongin barang dengan harga mati, alias tak bisa ditawar-tawar lagi. Kalau sudah suka sama sesuatu, biar kata orang mau bilang apa, mereka akan bilang “Suka-suka saya!”
Begitu pun dengan urusan ngopi. Semua orang punya hak dan cara tersendiri untuk menikmati secangkir kopi kegemaran mereka. Maka, meskipun banyak pakar kopi bilang Kopi Arabika itu lebih enak dan punya cita rasa yang lebih kaya ketimbang Kopi Robusta, buktinya masih banyak orang yang lebih suka minum kopi robusta ketimbang arabika. Alasannya, dengan kadar kafein yang lebih besar ketimbang arabika, robusta lebih bisa bikin mata kuat melek semalaman
Begitu pula dengan urusan cara penyajian. Biarpun sebagian orang terpelajar beranggapan cara penyajian ala Kopi Tubruk itu terkesan sedikit “barbar” karena sangat tidak baik bagi kesehatan, namun lebih dari 90 persen penikmat kopi di Indonesia lebih suka menyajikan kopi ala Kopi Tubruk. Alasannya, selain gampang buatnya, kopi tubruk terasa lebih menggigit ketimbang kopi disaring ataupun kopi instan, lantaran ada ampas kopi di dasar cangkirnya.
Soal cita rasa dan selera juga sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial budayanya. Sebagai contoh, untuk sebagian besar orang Jawa yang suka masakan manis, racikan minuman kopi yang ideal adalah yang panas, manis dan kental. Karena itu, ketika disodori secangkir kopi tanpa gula, komentar pertama yang langsung keluar dari bibir mereka adalah “Pahit!!”
Rata-rata orang Indonesia juga tak bisa minum kopi dengan takaran cangkir kecil ala espresso Italia. Maklum saja, hingga saat ini kebanyakan orang Indonesia suka membuat kopi dalam takaran gelas yang cukup besar. Bahkan ada pula yg memakai gelas bir untuk menyajikan kopi. Makanya tak mengherankan kalau rata-rata orang Indonesia yang pertama kali mencicipi secangkir espresso murni tradisional Italia di kedai kopi kebanyakan akan berkomentar “Kenapa porsi cangkirnya kecil sekali untuk kopi dengan harga semahal ini?”
Rata-rata pengopi Amerika akan mengkritik semua kopi ala penyajian orang Italia. “Espresso kental semacam itu sama sekali tidak enak. Terlalu keras! Bikin orang mati muda lantaran mabuk kafein!” Sebaliknya, orang Italia yang doyan ngopi takkan pernah mau diajakin masuk kedai kopi ala Amerika semisal Starbucks. Pasalnya, bagi orang Italia, kopi ala Amerika itu terlalu encer dan rasanya sama sekali tidak “nendang”. Orang Italia akan bilang “Itu bukan Kopi. Cuma air keran yang sudah terkontaminasi”
 
Copyright © 2011. Peduli Hutan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger